Jumat, 07 Maret 2014

Catatan Perjalanan 21-23 Pebruari 2014: BINGO!

Sekitar 3-4 bulan yang lalu, saya lupa tepatnya kapan, @ForumAstronomi berkicau di Twitter mengatakan bahwa akan mengadakan Try Out untuk persiapan menjelang Olimpiade Sains Astronomi 2014. Try Out dibagi 2: Try Out Online, dan Try Out secara langsung yang diadakan di Planetarium. Saya yang daridulu memang sudah menanti-nantikan momen ini, akhirnya mendaftarkan diri untuk ikut serta. Akhirnya, setelah sebulan pendaftaran dibuka, saya mendaftarkan diri pada tanggal 21 Januari 2014. Saya mendaftar untuk ikut Try Out di Planetarium pada tanggal 22 Pebruari 2014, dan Try Out Online pada 1 Maret 2014. Ya, tanggal 22 Pebruari 2014 saya hendak ke Jakarta dengan niat 1: mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang Olimpiade Sains Astronomi 2014. Tidak ada niat'an sama sekali untuk main-main ke FX, atau... you know lah. Intinya, saya ke Jakarta pada tanggal 21-23 Pebruari tidak bermaksud wota-wota'an dulu.

Pengumuman dari @officialJKT48 pada akhir Januari 2014 mengubah niat saya. JOT mengumumkan bahwa Senshuraku (show terakhir) setlist Team K III Boku no Taiyou diadakan pada tanggal 22 Pebruari 2014. Dan, Event Handshake Manatsu no Sounds Good yang semestinya diselenggarakan pada awal Pebruari, diundur oleh JOT dan diselenggarakan 23 Pebruari 2014. Lucu. Dimana ketika saya hendak ke Jakarta tanpa niat wota-wota'an, rupanya... Ya... Hehe.

21 Pebruari pukul 2 siang lebih 45 menit saya mulai perjalanan menuju ke Stasiun Pasar Turi. Kereta yang akan saya tumpangi akan berangkat sekitar 15 menit lagi. Ibu saya sudah ngomel-ngomel sejak 1 jam yang lalu karena takut saya ketinggalan kereta. Namun, karena jarak yang tidak begitu jauh, saya memilih naik becak daripada taksi, hehe. Serius, naik becak itu nikmat. Banget.





Rupanya, meskipun jarak dengan stasiun dekat, becak yang saya tumpangi cenderung melaju pelan. Saya sudah berulangkali mengingatkan kepada tukang becaknya agar dipercepat. Pukul 14:59 saya tiba di depan Stasiun Pasar Turi. Saya turun dari becak dan berlari dengan tergesa-gesa masuk ke dalam stasiun. Setelah masuk peron, terlihat kereta Kertajaya mulai berjalan perlahan. Sontak saja saya berlari menembus keramaian orang-orang yang menyesekai peron. Saya sempat di teriaki oleh petugas, karena kereta sudah mulai berjalan. Tapi, masa bodoh buat saya. Yang penting saya tidak ketinggalan kereta. Setelah berhasil masuk di dalam kereta yang berjalan pelan, saya baru tersadar 1 hal; kereta masih kosong momplong tidak ada orang. Karena takut ternyata salah naik kereta, saya bertanya kepada petugas yang ada di atas kereta. Kata petugas tersebut, kereta ternyata sedang hendak "parkir". Karena penumpang belum naik ke dalam kereta, kecuali saya seorang diri. Oke... -_- 



Pukul 15:07 kereta mulai berjalan meninggalkan Stasiun Pasar Turi, hendak menuju Jakarta. Sekitar jam 7 malam, saya meng-tweet di akun fanbase yang saya pegang, bahwa saya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Dan secara kebetulan, ada seorang followers fanbase saya, fans JKT48 dari Cepu menanggapi tweet saya, dan mengatakan bahwa dia juga sedang berada dalam kereta yang saya tumpangi. Lucu. Karena hal ini sudah berulangkali terulang setiap saya tweet seperti itu. Sebelumnya, saya (secara tidak sengaja) bertemu dengan fans JKT48 dari Jogja, Malang, Kediri, Madiun, Semarang, dll di dalam kereta yang saya tumpangi. Wota everywehere.



Sekitar jam 4 Shubuh saya tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Seorang teman, Bondan namanya, sudah berjanji bahwa akan menjemput saya di Stasiun Pasar Senen. Setelah turun dari kereta, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari keberadaan teman-teman fans JKT48 dari Jogja yang kebetulan juga baru tiba di Stasiun Pasar Senen, tapi beda kereta dengan saya. Di depan salah satu supermarket Stasiun Pasar Senen, saya bertemu dengan Taufik, Adit, Hutama, dan teman-teman fans JKT48 dari Jogja yang lainnya. Setelah melepas kangen dan ngobrol-ngobrol sebentar, saya pamit pergi lebih dulu karena sudah dijemput oleh Bondan yang menunggu di depan Stasiun Pasar Senen.

Gerimis yang turun dari langit Jakarta mengawali perjalanan saya menyusuri jalanan Shubuh kota Jakarta bersama Bondan. Saya dan Bondan pun bergegas menuju ke kost Galih di daerah Binus.



Setengah 5 pagi saya tiba di kost Galih. Baru datang, saya disambut Galih dengan disodori oleh photopack Nadila yang diberikan ke saya secara cuma-cuma, hahahaha. Thanks, Gal. 



Pukul 8 Try Out Astronomi di Planetarium dimulai. Hujan deras tidak menyurutkan niat saya untuk berangkat ke Planetarium. Dan... saya berterimakasih banyak kepada Bondan yang sudah mengantarkan saya yang buta Jakarta kemana pun.


Akhirnya, tiba juga saya di Planetarium. Wooooooooohhh, seneng banget rasanya. Puluhan kali saya ke Jakarta, tapi baru pertama kali ini ke Planetarium. 




Try Out Astronomi yang saya tunggu-tunggu pun terjadi juga. Try Out ditunda 30 menit karena kondisi hujan yang sangat deras, dan banyak peserta yang datang terlambat, termasuk saya, hehe. Acara Try Out dimulai dengan pembukaan dan sepatah-dua patah dari kakak-kakak @ForumAstronomi. Saya menyimak dengan seksama, dengan hati yang berbunga-bunga... "SAYA BERADA DI PLANETARIUM, WOH!" Biar dikata norak baru pertama kali ini saya kesini. Tapi, seriously, excited banget. Bahagia banget bisa berada di Planetarium, enggak tau kenapa.

Pukul 8:30 kakak-kakak panitia mulai membagikan soal. Waktu mengerjakan soal Try Out pun dimulai. Baru 1 menit membolak-balik halaman soal, satu kata yang terbesit di kepala saya: MAMPUS. Gila, parah, susah banget. Dengan ilmu saya tentang Astronomi yang masih cuma-bisa-bab-mekanika-benda-langit- dihadapkan dengan soal-soal yang begitu sadis, saya pengen melambaikan tangan. Oke... Bulan-bulan sebelumnya memang saya habiskan dengan membaca e-book Astronomi yang diberi oleh Bang David Orlando, peraih medali emas Olimpiade Astronomi Internasional 2014. Hampir semua bab daalam e-book sudah saya baca. Tapi, yang enggak saya lakukan: mengingat dan memahaminya. Jadilah, dengan kertas Try Out di hadapan saya, saya cuma bisa melongo parah. 

Saya mengerjakan soal-soal Try Out semampu saya. Mungkin hanya bisa 5 nomor dari 40 nomor. Ditambah lagi, soal-soal bahasa Inggris yang semestinya bisa saya jawab, namun karena bahasa Inggris saya payah, saya jawab ngawur. Soal-soal esai pun semestinya bisa saya jawab. Namun, lagi-lagi, karena saya tidak ingat sama sekali, bahkan tidak menguasai rumus-rumus, saya jawab ngawur semuanya, hehe.

Setelah 2 jam penuh dengan pembantaian sadis mikir soal-soal absurd, saya memutuskan segera keluar. Saya harus segera ke FX. Iya, FX... 2 hari sebelumnya, saya iseng apply tiket Senshuraku. Saya sudah berniat, kalu tidak menang undian tiket Theater, yaudah. Tapi, takdir berkata lain. Dari sekian ribuan undian, saya berhasil memenangkan 1 tiket last show Theater BnT. 

.*** 
Bersambung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar