Sabtu, 23 November 2013

Meet and Greet #Restart

Jam tangan saya menunjukkan pukul 14.05. Berulang kali saya melirik jam tangan, harap-harap cemas. Pukul 2 siang acara Meet and Greet Mbak Nina tentang bukunya yang berjudul "Restart" di Gramedia Tunjungan Plaza dimulai, sedangkan saya masih terjebak macet parah sekitar 5km dari Tunjungan Plaza. Jelas, saya sudah telat. Tapi setidaknya, saya ingin bertemu dengan Mbak Nina walau hanya sebentar. Setelah dalam beberapa kali kesempatan, saya gagal bertemu dengan dia. 

Keberuntungan masih berpihak kepada saya. Setelah mengebut meliuk-liuk melewati kemacetan, saya tiba di lokasi Meet and Greet sekitar 30 menit kemudian. Saya langsung menduduki kursi paling belakang. Dan menyimak perbincangan antara Mbak Nina dan sang MC.

Siang ini Mbak Nina mengenakan pakaian perpaduan biru muda dan biru tua. Menduduki sofa yang berwarna biru juga, Mbak Nina tampak anggun dan berkharismatik. Acara berlangsung dengan obrolan antara Mbak Nina dan MC, serta tanya jawab antara Mbak Nina dan pengunjung Gramedia. Saya sendiri sempat bertanya 2x kepada Mbak Nina. Saya sempat nervous, karena pertama kalinya bertemu penulis favorit saya. Terlebih lagi, di twitter sifat saya seperti kekanak-kanakan tiap kali mention Mbak Nina. Tapi begitulah rasanya, saya bingung mengekspresikan rasa kagum saya kepada Mbak Nina seperti apa.

Acara Meet and Greet ditutup dengan sesi tanda tangan dan foto-foto bareng Mbak Nina. Saya menghardik diri sendiri karena lupa membawa novel Restart kepunyaan saya,  yang sebelumnya sudah saya siapkan di atas meja belajar, namun lupa tidak saya masukkan ke dalam tas saya. Jadilah saya hanya menyodorkan sebuah buku tulis, dan meminta Mbak Nina menuliskan sesuatu disitu. Setelah selesai menuliskan, saya dan Mbak Nina sempat mengobrol sebentar. "Wah, ternyata kamu masih muda banget ya. Aku terharu kalau ada cowok yang beli buku'ku. Err... Maksudnya, cowok selain teman-temanku. Mereka jelas harus dengan terpaksa beli buku'ku, hehe." Lalu, di luar dugaan, Mbak Nina mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, dan minta foto bareng dengan saya. Saya kaget, jelas. Semestinya saya yang minta foto bareng, bukan malah sebaliknya. Entah apa maksud Mbak Nina, hahaha. Mbak Nina menyodorkan ponselnya kepada temannya. Lalu, teman Mbak Nina mulai membidik kamera ponsel ke arah kami berdua. Saya hanya pose canggung ala kadarnya. Entah bagaimana hasilnya. Yang pasti, hasil foto tersebut saya yakin saya tampak seperti jelangkung yang berdiri bersebelahan dengan barbie. "Nanti aku tag ya ke twitter kamu," kata Mbak Nina.

Setelah mengobrol sebentar lagi, saya pamit untuk pulang. Sambil berjalan turun dari eskalator, saya membuka buku yang saya sodorkan ke Mbak Nina tadi.


"Dear Roni,

Terimakasih sudah datang! 
 Terimakasih sudah baca Restart. Semoga punya kisah cinta yang happily everafter juga.

Semoga sukses Olimpiade nya!

xoxo


Nina Ardianti "



Begitu tulis Mbak Nina pada buku saya. Lantas, saya senyum-senyum sendiri. Dalam hati, saya mengamini doa Mbak Nina.

Thanks, Mbak Nina. Terimakasih banyak untuk Novel Restart nya yang sangat menginspirasi. Terimakasih banyak untuk keramahannya, hehe. Semoga sukses terus. Saya tunggu karya-karya selanjutnya! :D


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar