Jumat, 20 April 2012

Ketika semua itu perlahan menghilang

Sore itu hujan deras mengguyur kota Surabaya.

Gue yang sedari tadi menunggu seseorang keluar dari balik pintu rumah yang tidak gue kenal, menggigil kedinginan di teras rumah. Tidak lama kemudian muncul sesosok ibu-ibu dengan memasang tampang cengok.

"Waa'alaikumasallam. Haduuhh, masuk mas masuk, hujan loh" kata ibu itu.

Gue cuma nyengir "Hehe iya bu, makasih banyak"

Ibu itu lantas masuk. Gue masuk ke dalam ruang tamu, dan melepas jas hujan yang membuat gue risih. Gue perhatiin sekeliling rumah ibu ini, sederahana, tapi begitu bersih dan rapi. Membuat gue merasa nyaman berada di dalamnya.

2 menit kemudian, ibu itu menghampiri gue dengan membawa secangkir susu panas.

"Ini mas, monggo diunjuk. Duduk dulu mas"

"Walah bu, kok jadi ngerepotin hehe". Gue lantas duduk sambil menggosok-gosok tangan yang menggigil.

"Wah enggak kok mas. Monggo diunjuk" ibu itu tersenyum.

"Makasih banyak ya bu"

Gue meniup sebentar, lalu menenggak habis susu panas itu seketika.

"Ngomong-ngomong, mas ini siapa ya? ada perlu apa kesini mas?" ibu itu membuka percakapan.

Gue tersenyum, "Anuu bu, saya yang tempo hari kehilangan hp itu loh. Hp saya jatuh di jalan, terus ditemuin anak ibu. Saya sudah telpon, lalu anak ibu ngasih alamat rumah ini. Namanya siapa? Ratih?"

"Owalaah, nggeh nggeh mas. Ini Mas Roni yang tempo hari telpon anak saya itu? Sebentar ya mas, saya ambilkan dulu di kamar anak saya". Ibu itu masuk ke dalam lagi, dan kembali dengan membawa Hp gue.

"Betul ini toh mas?", tanya ibu itu sambil menyodorkan hp gue.

"Iya bu hehe, makasih banyak loh bu"

"Walaah, gapapa toh mas. Coba dicek, mungkin ada yang kurang atau rusak"

Gue mengecek sebentar, "Wah enggak kok bu. Ngapunten nggeh, jadi ngerepoti hehe."

"Walaah gapapa kok mas" ibu itu tersenyum.

Gue melirik jam tangan gue, setengah jam lagi gue harus berada di tempat les.

"Ibuu, maaf ya bu ngerepotin. Anuu bu, saya buru-buru. Ada les soalnya hehe"

"Oh gitu toh mas, ya udah monggo monggo. Hati hati di jalan mas"

"Nggeh bu, makasih banyak loh" kata gue sambil menyodorkan sebuah amplop berisi uang.

Ibu itu menolak, "Walah mas, gak usah"

Gue tersenyum, "Bu, tolong diterima yaa. Tolong sampaikan salam saya ke suami ibu sama anak ibu. Saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya"

"Ohh nggeh mas nggeh. Matur suwon nggeh"


***

bersambung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar