Minggu, 08 Januari 2012

Tentang Rumah Hantu

Akhir - akhir ini , entah kenapa gue bawaannya pengen dengerin lagu lama . Dengerin lagunya peterporn yang udah juaduuul banget , sambil bengong dan senyum - senyum sendiri .

Gue teringat masa - masa waktu kelas 1 SD dulu,  gue terobsesi banget jadi pemain band beneran .

Gue beli gatsby 1 dus , trus gue basahin rambut gue dan mengoles gatsby di rambut gue . Sambil senyum - senyum mesum di depan kaca , gue bentuk rambut gue yang bagian belakang jeprak - jeprak , bagian kiri gue buat jambul , trus piyak tengah .

Nyokap gue yang waktu itu memergoki gue dengan dandanan orang gila , langsung masang tampang horror ,

"Roniiii , itu kenapa rambutnya dibuat gitu ???"

Gue mesem - mesem , "Gapapa ma , biar kelihatan keren"

Seminggu kemudian , gatsby - gatsby itu dibuang bokap ke tempat sampah .


Tidak cuma masalah rambut , saking terobsesinya jadi pemain band ,  gue juga suka main alat musik .

Dengan lagu peterpon mengalun di depan gue , gue manggut - manggut sambil mengenjreng sapu . Atau menggebrak - gebrak meja layaknya orang main piano .

Sedikit kreatif , gue bikin drumset sendiri (ini serius) .

1) Tutup kaleng Holland dengan biadab gue penyok - penyok'in dengan Palu , gue jadiin Cymbal .
2) Untuk snare drum , gue pake kaleng waffer bekas lebaran .
3) Kardus Aqua dengan brutal gue jadiin bass drum .
4) Panci - panci nyokap gue jadiin tom - tom .
5) Lalu pensil gue jadiin stik drum .
6) Dan yang terakhir , karena kehabisan ide , untuk pedal gue pakai sandal.

Dan jadilah , gue mengguncang dunia dan seisinya dengan drum set buatan gue ini . Dengan brutal gue gebuk sana - sini .

Pernah suatu saat , tetangga gue datangi gue yang lagi main drum ,

"Wahhh Roniii , kecil - kecil kamu hebat yaa . Kamu berbakat loh ron ...." . Dipuji gitu , gue cengengesan .

Dia melanjutkan , "Berbakat bikin telinga orang berdarah".

Gue gondok setengah mati . Gak ngerti seni mungkin ya ?

Anyway, one random important stuff :

yang jadi  Kuntilanak di Misteri Gedung Tua TP , sms'an di dalam wahana men .

Ini serius .

Kemarin jum'at , gue sama Nasir ke sana .

Rombongan gue masuk kerumah hantu , terdiri dari : gue , Nasir , 3 bapak - bapak bertampang preman , dan 2 cewek ABG .

Sebelum masuk , Nasir sempet bilang ,

"alah , setannya paling cemen - cemen"

Terus salah satu bapak - bapak bertampang preman menakuti gue , "hati - hati loh dek , nanti kamu diculik. ki-ki-ki-ki" . Trus dia pegang tangan gue dan Nasir , "wahh , takut ya ? kok tangannya dingin ?"

Nasir yang berada di barisan paling depan waktu masuk .

Ternyata pemirsa , Nasir  itu penakut .  Baru belokan ke dua , dia udah paranoid . "HUWAAA !!! AWAAASS !!! ADAA POCOOONGGG" . Padahal itu cuma dinding berwarna putih .

Waktu  belokan ketiga , Nasir gemeteran , berhenti jalan.

"Ayo cepetan dek!!" kata si bapak tadi . Bapak itu lalu maju ke paling depan , "Ah , kamu penakut"

Belokan ke 4 , sesosok pocong loncat ke depan si bapak , "Ayo cepat pergi !"

Si bapak paranoid , "HUWAAA POCOOONGGG !!!!" si bapak lari ke barisan paling belakang .

Gue mendengus .

Sekarang gue yang paling depan .

Belokan ke 5 , gak ada yang nunggu .

Waktu masuk belokan 6 ini pemirsa , ada sesosok kuntilanak lagi duduk . Tangan kanan memencet dengan cepat tombol hp , dan tangan kiri menggendong sebuah boneka bayi .

Kaget dengan kedatangan kita , mbak kunti reflek meletakkan hp'nya dan berdiri . "Hayoooo , yang ceweekkk tumbaal" . Gue bukannya ketakutan , gue malah tanya "mbak , boleh minta nomer handphonenya ?"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar